harlah kampus INSYA di meriahkan dengan mengundang SABILUT TAUBAH.
Bangkalan, Madura – Memperingati hari lahir (milad) yang ke-18, Institut Agama Islam (IAIS) Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan menggelar acara puncak dengan kemasan yang syahdu dan penuh hikmah. Tahun ini, pihak kampus memilih untuk mengundang grup sholawat dan dakwah ternama asal Blitar, Sabilut Taubah, untuk memeriahkan sekaligus memaknai perjalanan usia kampus yang berlokasi di Jalan Raya Martajasah. Bangkalan 69119.
Acara yang bertajuk “Milad ke-18: membangun Sinergi menebar inspirasi ” ini digelar di halaman utama kampus dan dihadiri oleh ribuan mahasiswa, civitas akademika, alumni, serta masyarakat umum, ahad (13/9/2025) malam. Di buka dengan pemukulan gong oleh ketua senat institut agama Islam syaichona Mohammad cholil " KH. NASIH ASCHAL M.PD."
Suasana malam itu terasa begitu khidmat. Panggung utama yang didominasi warna hijau dan putih, warna khas pesantren, menjadi latar bagi grup Sabilut Taubah yang membawakan syair-syair sholawat dan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Vokal khas dari vokalis utama grup tersebut mampu membius seluruh hadirin, menyatu dalam doa dan dzikir.
Dr. Fera Andriani Djakfar LC., M.pd.l., Rektor IAI Syaichona Mohammad Cholil, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan Sabilut Taubah bukan sekadar untuk hiburan semata.
“Di usia yang ke-18 ini, kami ingin mengajak seluruh keluarga besar kampus untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kehadiran Sabilut Taubah malam ini adalah sebagai medium tazkiyatun nufus (penyucian jiwa). Lantunan sholawat dan nasihat yang mereka bawakan diharapkan dapat mengingatkan kita semua akan tujuan utama mencari ilmu, yaitu untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan bermanfaat bagi umat,” ujarnya di hadapan para hadirin.
Acara milad ini bukan hanya berisi hiburan sholawat. Sepekan sebelumnya, telah diselenggarakan serangkaian acara pra-event, seperti Pusat study gender (PSG), loncing halal center, debat bahasa Arab dan, seminar nasional keislaman, bakti sosial. Hal ini menunjukkan bahwa peringatan milad kampus ini diisi dengan kegiatan yang padat akan ilmu dan amal.
Salah satu mahasiswa, Fathurizqi dari Fakultas Hukum dan Syariah, mengungkapkan kegembiraannya. “Ini milad yang pertama. Biasanya kita di bulan September hanya melaksanakan kegiatan ospek, wisuda dan permira di kampus, tapi tahun ini berbeda. Kita diajak untuk merenung dan bersyukur dengan cara yang lebih religius. Suara Sabilut Taubah benar-benar menyentuh kalbu,” tuturnya.
Kehadiran Sabilut Taubah, yang dikenal dengan dakwahnya yang lembut dan menyentuh, dinilai sangat sesuai dengan semangat dan nilai-nilai yang dibawa oleh pendiri kampus, yaitu almarhum KH. Abdullah shachal, seorang ulama kharismatik asal Madura yang dikenal dengan ketawaduannya.
Dengan ditutupnya acara oleh doa bersama untuk kemajuan kampus, peringatan milad ke-18 IAI Syaichona Mohammad Cholil ini tidak hanya menjadi sebuah perayaan, tetapi juga sebuah momentum untuk introspeksi, bersyukur, dan kembali memantaskan niat dalam menuntut ilmu.
Komentar